Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti

Estaters
Post: 28
Bergabung: Kam Nov 30, 2017 4:39 pm

Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Investasi Properti

Postoleh ayanafara » Jum Feb 09, 2018 5:00 pm

Gambar


Properti dianggap sebagai salah satu aset yang paling menjanjikan untuk investasi. Hal ini karena harga properti dinilai tak pernah anjlok atau turun tajam seperti pada saham, bahkan harganya selalu naik setiap tahun. Selain itu, sektor properti banyak dipilih untuk menjaga kestabilan finansial agar tak terpengaruh oleh dampak inflasi yang semakin sadis.

Fakta inilah yang dimanfaatkan investor untuk meraup keuntungan di masa depan. Tapi perlu kamu tahu, tidak ada investasi yang sempurna. Artinya semua sektor investasi memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk properti. Nah, kali ini kita akan membahas apa saja sih kelebihan dan kekurangan investasi properti.

Keuntungan/Kelebihan Investasi Properti

1. Investasi Risiko Menengah
Investasi properti cocok dipilih untuk investor yang tak ingin mengambil risiko tinggi, karena risiko investasi properti dapat dikatakan cukup rendah dan pergerakan nilai properti tidak sekencang dan sesensitif saham.

2. Nilai Keuntungan Makin Meningkat
Nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu, meski dalam jangka panjang. Sembari menunggu nilainya tinggi, kamu bisa menyewakannya. Sehingga keuntungan yang didapat dari investasi ini terbilang cukup besar.

3. Dapat Dijadikan Agunan
Jika ingin investasi properti lain, hasil keuntungan yang didapat bisa digunakan sebagai aguan untuk mengajukan pinjaman properti baru.

4. Terlihat Secara Fisik
Investasi properti begitu jelas wujud fisiknya, sehingga investasi ini cukup diminati oleh pemilik modal besar.

Kekurangan/Kelemahan Investasi Properti

1. Beban Perawatan
Pemilik atau investor properti tak dapat membiarkan investasinya berjalan dengan hasil yang meningkat terus menerus, tanpa memastikan properti tersebut dalam keadaan baik. Dia juga mesti mengeluaran biaya maintenance tambahan guna merawat kondisi bangunan agar income dari sewa bisa meningkat.

2. Biaya Transaksi yang Tinggi
Untuk berinvestasi di sektor properti, Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dibanding berinvestasi di sektor lain. Biaya-biaya tersebut berupa pajak, antara lain: PPH (5% yang dikenakan bagi penjual) dan BPHTB (5% yang dikenaan bagi pembeli).

3. Penyusutan Bangunan
Investasi properti yang berbasis pada tanah dan bangunan, walaupun dari tahun ke tahun meningkat—akibat harga tanah yang meningkat akibat kelangkaan—namun bangunan di atasnya secara teoritis memiliki umur. Hal ini berbeda dengan tanah yang memiliki umur panjang alias abadi. Secara teoritis, bangunan dapat berumur 20, 30, atau 40 tahun, tergantung fungsi, kualitas, dan standar kekokohan bangunan (konstruksi).

4. Hancur Bila Terjadi Bencana Alam
Dibandingkan dengan investasi lain, investasi properti memiliki risiko kehancuran tanah dan bangunan yang bisa disebabkan gempa, tanah longsor, tsunami dan lain-lain. Namun, hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan asuransi, sehingga secara praktis kehancuran akibat bencana dapat dihilangkan dengan biaya tambahan untuk membayar premi asuransi.

Hal yang perlu diingat saat melakukan investasi properti ialah setiap investasi tidak bisa disamakan, semuanya memiliki kelemahan dan kelebihan yang berbeda-beda. Penetapan investasi apa yang akan dipilih harus disesuaikan dengan jumlah modal dan kemampuan investor termasuk dalam menangani risiko yang mungkin terjadi.

Sumber

Kembali ke TIPS



Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu