Tips Menghadapi Developer

Peraturan Forum
Estaters
Avatar pengguna
Post: 28
Bergabung: Kam Agt 07, 2014 9:51 am

Tips Menghadapi Developer

Postoleh rosedani » Sen Agt 11, 2014 5:15 pm

Sore Min,

Mau Konsul niih...
Punya Solusi nggak untuk menghadapi developer pada saat kita mau beli rumah?? sekarang uda banyak developer penipu dan developer yang suka janji tapi nggak ditepatin..
:jabattangan: Tolong dibantu yaah :jempol:

Estaters
Avatar pengguna
Post: 23
Bergabung: Kam Feb 20, 2014 4:25 pm

Re: Tips Menghadapi Developer

Postoleh nurul » Sen Agt 11, 2014 5:22 pm

:jempol: Bener banget tuh, sekarang mulai banyak penipuan yang mengatas namakan develov, Bagaimana caranya biar kita bisa ngebedain tuh min yg mana develov jujur dan yg mana develov tukang tipu :bata

Newbie
Avatar pengguna
Post: 12
Bergabung: Sen Agt 11, 2014 5:43 pm

Re: Tips Menghadapi Developer

Postoleh rezafathoni » Sen Agt 11, 2014 6:03 pm

rosedani menulis:Sore Min,

Mau Konsul niih...
Punya Solusi nggak untuk menghadapi developer pada saat kita mau beli rumah?? sekarang uda banyak developer penipu dan developer yang suka janji tapi nggak ditepatin..
:jabattangan: Tolong dibantu yaah :jempol:


saya dulu hampir mau ketipu saat beli rumah, :capede: spesifikasi yang ditawarkan oleh pihak marketing sangat berbeda dengan kondisi rumahnya. untung saya tinjau dulu keadaan rumahnya..
Yang penting berhati-hati mbak, pilih developer yang terpecaya dan jangan mau kemakan omongan marketing yang terlalu "meninggi-ninggikan" bahan jualannya. :jempol:

Moderator
Avatar pengguna
Post: 12
Bergabung: Rab Feb 19, 2014 9:23 pm

Re: Tips Menghadapi Developer

Postoleh propertimodi » Sen Agt 11, 2014 8:04 pm

Staf marketing developer sering menjanjikan kredit pasti disetujui karena mengejar target penjualan. Padahal wewenang KPR ada di bank. Begitu ditolak konsumen kecewa dan rugi karena sudah membayar booking fee. UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen sebenarnya sudah mengatur lengkap hak-hak konsumen dan kewajiban produsen, berikut berbagai sanksi bila terjadi cidera janji. UU itu juga mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dicantumkan dalam brosur. Selain itu juga mengakomodasi keterlibatan organisasi non-pemerintah (ornop) seperti YLKI dalam mengadvokasi hak-hak konsumen.
Ada beberapa hal penting yang dapat kita simak, yaitu :

1. Cermati janji-janji dan klausula dalam brosur dan perjanjian resmi (PPJB) berikut syarat-syarat dan asumsi (term and condition)-nya. “Jangan dipercaya dan diterima begitu saja.

2. Bersikap hati-hati dan tidak menelan semua yang dikatakan developer. Namanya penawaran pasti cenderung dibesar-besarkan. Di sinilah konsumen perlu aktif bertanya, tidak main tanda tangan saja,” kata Yani. Konsumen juga jangan begitu saja menyerahkan tanda jadi (booking fee) atau uang muka (down payment).

3. Pelajari draf perjanjian di rumah sebelum mengambil keputusan

4. Tanyakan dan minta juga copy legalitas proyek mulai dari izin lokasi atau surat izin peruntukan penggunaan tanah (SIPPT), sertifikat tanah atas nama pengembang, master plan yang sudah disetujui pemerintah setempat sampai dengan IMB. Kalau ragu dengan berbagai legalitas itu, konfirmasikan ke pemerintah setempat. Supaya makin aman sebaiknya beli dengan fasilitas KPR.

5. Konsumen juga perlu menyadari apa yang dijanjikan di brosur tidak selalu tercantum dalam PPJB, karena ada klausula yang menyatakan brosur bukan perjanjian resmi.Contohnya jika developer menjanjikan membangun mal. Ini harus tercantum dalam perjanjian supaya bisa dituntut kalau ingkar janji.Kalau tidak dan konsumen menerimanya, Anda harus siap bila developer tidak memenuhi janji itu.

Estaters
Avatar pengguna
Post: 28
Bergabung: Kam Agt 07, 2014 9:51 am

Re: Tips Menghadapi Developer

Postoleh rosedani » Sel Agt 12, 2014 8:54 am

rezafathoni menulis:
rosedani menulis:Sore Min,

Mau Konsul niih...
Punya Solusi nggak untuk menghadapi developer pada saat kita mau beli rumah?? sekarang uda banyak developer penipu dan developer yang suka janji tapi nggak ditepatin..
:jabattangan: Tolong dibantu yaah :jempol:


saya dulu hampir mau ketipu saat beli rumah, :capede: spesifikasi yang ditawarkan oleh pihak marketing sangat berbeda dengan kondisi rumahnya. untung saya tinjau dulu keadaan rumahnya..
Yang penting berhati-hati mbak, pilih developer yang terpecaya dan jangan mau kemakan omongan marketing yang terlalu "meninggi-ninggikan" bahan jualannya. :jempol:



Ya betul banget mas, saya takutnya seperti itu kejadiannya. Mereka menebar omongan yang bagus-bagus tapi kenyataannya tidak sesuai dengan keadaan rumah di lapangan. Terima kasih atas informasinya :thanks:

Estaters
Avatar pengguna
Post: 28
Bergabung: Kam Agt 07, 2014 9:51 am

Re: Tips Menghadapi Developer

Postoleh rosedani » Sel Agt 12, 2014 8:58 am

propertimodi menulis:Staf marketing developer sering menjanjikan kredit pasti disetujui karena mengejar target penjualan. Padahal wewenang KPR ada di bank. Begitu ditolak konsumen kecewa dan rugi karena sudah membayar booking fee. UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen sebenarnya sudah mengatur lengkap hak-hak konsumen dan kewajiban produsen, berikut berbagai sanksi bila terjadi cidera janji. UU itu juga mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dicantumkan dalam brosur. Selain itu juga mengakomodasi keterlibatan organisasi non-pemerintah (ornop) seperti YLKI dalam mengadvokasi hak-hak konsumen.
Ada beberapa hal penting yang dapat kita simak, yaitu :

1. Cermati janji-janji dan klausula dalam brosur dan perjanjian resmi (PPJB) berikut syarat-syarat dan asumsi (term and condition)-nya. “Jangan dipercaya dan diterima begitu saja.

2. Bersikap hati-hati dan tidak menelan semua yang dikatakan developer. Namanya penawaran pasti cenderung dibesar-besarkan. Di sinilah konsumen perlu aktif bertanya, tidak main tanda tangan saja,” kata Yani. Konsumen juga jangan begitu saja menyerahkan tanda jadi (booking fee) atau uang muka (down payment).

3. Pelajari draf perjanjian di rumah sebelum mengambil keputusan

4. Tanyakan dan minta juga copy legalitas proyek mulai dari izin lokasi atau surat izin peruntukan penggunaan tanah (SIPPT), sertifikat tanah atas nama pengembang, master plan yang sudah disetujui pemerintah setempat sampai dengan IMB. Kalau ragu dengan berbagai legalitas itu, konfirmasikan ke pemerintah setempat. Supaya makin aman sebaiknya beli dengan fasilitas KPR.

5. Konsumen juga perlu menyadari apa yang dijanjikan di brosur tidak selalu tercantum dalam PPJB, karena ada klausula yang menyatakan brosur bukan perjanjian resmi.Contohnya jika developer menjanjikan membangun mal. Ini harus tercantum dalam perjanjian supaya bisa dituntut kalau ingkar janji.Kalau tidak dan konsumen menerimanya, Anda harus siap bila developer tidak memenuhi janji itu.





Heempt ya min sudah mengerti, Terima kasih atas informasinya yaah, sangat bermanfaat banget dan nambah pengetahuan saya tentang pembelian rumah dan berhadapan langsung dengan developer. :thanks: :seller:

Newbie
Post: 12
Bergabung: Sen Jun 27, 2016 4:22 am
Lokasi: Jakarta

Re: Tips Menghadapi Developer

Postoleh tarabudski » Sen Jul 25, 2016 5:58 pm

Wah boleh juga nih tipsnya, kebetulan memang saya ada rencana untuk beli rumah baru di kawasan yang cukup elite di Jakarta.

Kembali ke Konsultasi Properti



Siapa yang online

Pengguna yang berada di forum ini: Tidak ada pengguna yang terdaftar dan 1 tamu